Bayangkan kamu kuliah di universitas top seperti UGM, tapi setiap hari harus bolak-balik antar makanan pakai motor di tengah hujan atau panas terik. Capek? Pasti. Tapi itulah yang dialami Wahyu Aji Ramadan, atau biasa dipanggil Aji. Cowok angkatan 2020 dari Fakultas Hukum UGM ini berhasil lulus dengan predikat cumlaude IPK 3,55, meski sambil jadi driver ojol pengantar makanan.
Cerita Aji lagi viral banget belakangan ini. Banyak yang kagum karena dia nggak cuma bertahan, tapi malah berprestasi. Kuliah sambil jadi driver ojol bukan hal mudah, apalagi di kampus seketat UGM. Tapi Aji membuktikan bahwa dengan tekad kuat, semua bisa dilewati. Artikel ini bakal ceritain perjuangan dia dari awal sampai wisuda. Siapa tahu bisa jadi motivasi buat kamu yang lagi struggle bayar kuliah atau bagi waktu antara kerja dan belajar.
Siapa Sebenarnya Wahyu Aji Ramadan?
Aji adalah anak muda biasa dari keluarga sederhana. Masuk FH UGM tahun 2020, dia langsung dihadapkan pada kenyataan pahit: nggak dapat beasiswa sama sekali. Orang tua sudah berusaha, tapi biaya kuliah di UGM nggak murah. UKT, buku, kosan, makan sehari-hari—semua butuh duit.
Alih-alih nyerah, Aji memutuskan cari penghasilan sendiri. “Pengen punya penghasilan sendiri dan setidaknya bisa meringankan beban orang tua,” katanya. Mulai 2021, dia daftar jadi driver ojol khusus antar makanan. Selain itu, dia juga ambil kerja paruh waktu di Departemen Hukum Perdata FH UGM, bantu urus jurnal, admin dosen, sampai nyusun bahan ajar.
Aji nggak cuma kerja buat uang. Dia tetap aktif organisasi kampus. Bayangin aja, sambil ngojol, dia ikut Forum Penelitian dan Penulisan Hukum (FPPH), ALSA UGM, Business Law Community, sampai UKM Tenis Lapangan. Multitasking level dewa!
Kenapa Harus Kuliah Sambil Jadi Driver Ojol?
Banyak mahasiswa yang kuliah sambil kerja, tapi jadi driver ojol? Itu pilihan yang berat. Aji bilang, ini cara paling fleksibel buat dia. Jam kerjanya bisa diatur sendiri, nggak bentrok parah sama kuliah.
Penghasilannya? Komisi per order sekitar Rp 6.400–7.200, kadang sampai belasan ribu kalau jarak jauh. Sehari bisa puluhan order kalau lagi hoki. Area favoritnya: Kaliurang, Pogung, Kotabaru—kawasan ramai mahasiswa di Jogja.
Tapi ini bukan sekadar kerja sampingan. Buat Aji, ngojol adalah jalan keluar dari masalah ekonomi. Tanpa itu, mungkin kuliahnya terancam putus. Cerita kayak gini banyak dialami mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Beasiswa susah didapat, pinjaman pendidikan ribet, akhirnya banyak yang pilih kerja apa saja yang penting halal.
Rutinitas Harian Aji: Kuliah Pagi, Ojol Sore
Gimana cara Aji bagi waktu? Rahasianya sederhana: disiplin banget.
- Kalau kuliah pagi, sore atau malam dia cari orderan.
- Kalau kuliah siang, pagi-pagi sudah muter cari pesanan.
Nggak ada hari libur total. Kadang habis kuliah langsung ganti baju, pakai helm, gaspol lagi. Pulang malam, baru buka buku atau ngerjain tugas.
Aji juga magang di berbagai tempat: DPD RI Jogja, Kejaksaan Negeri, kantor hukum, sampai lembaga riset seperti ICJR. Plus jadi content writer bahas isu hukum di medsos. Semua ini dia lakukan sambil ngojol. Capek? Pasti. Tapi dia bilang, “Capek pasti ada karena masalah ada-ada saja membentur dari berbagai arah.”
Tantangan Berat di Balik Senyum Driver Ojol
Jadi driver ojol nggak selalu mulus. Aji pernah cerita pengalaman pahitnya:
- Pernah ditegur keras bahkan diancam pemilik resto jam 2 pagi saat puasa, gara-gara ambil order tapi resto sudah tutup.
- Orderan jatuh di jalan, akhirnya ganti rugi sendiri.
- Hujan deras demi kejar bonus, atau panas terik nyari order tapi ban bocor.
Belum lagi capek fisik dan mental. Motoran berjam-jam, macet, polusi, risiko kecelakaan. Tapi Aji nggak pernah nyerah. Kalau lagi down, dia istirahat sebentar, ngevaluasi diri, terus lanjut lagi.
Ini mengingatkan kita bahwa di balik kemudahan pesan makanan online, ada perjuangan driver-driver kayak Aji. Mereka nggak cuma antar makanan, tapi juga antar mimpi.
Prestasi yang Bikin Bangga Meski Sambil Kerja
Yang bikin cerita Aji luar biasa adalah prestasinya nggak kalah sama mahasiswa full-time. IPK 3,55 cumlaude itu nggak datang begitu saja.
Beberapa prestasi nasionalnya:
- Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Airlangga Law Competition 2023
- Juara 1 Kompetisi Artikel Ilmiah Constitutional Law Fair Universitas Brawijaya 2022
- Juara 2 Legislative Drafting Competition Universitas Indonesia 2022
Di kampus, dia juara kompetisi riset, lomba video digital, bahkan olahraga tenis. Semester akhir, dia jadi asisten riset dosen soal UU Pengelolaan Keuangan Haji dan bantu track kasus hukuman mati di ICJR.
Ini bukti bahwa kuliah sambil kerja bukan penghalang prestasi, asal pintar atur prioritas.
Tips dari Aji untuk Kamu yang Kuliah Sambil Kerja
Dari pengalaman Aji, ada beberapa pelajaran berharga:
- Prioritaskan kesehatan mental – Kalau capek, istirahat dulu. Jangan dipaksa.
- Buat jadwal ketat – Bagi waktu kuliah, kerja, istirahat dengan jelas.
- Jangan lupakan mimpi – Ingat tujuan awal kuliah, biar tetap termotivasi.
- Manfaatkan peluang kampus – Magang, organisasi, kompetisi tetap dijalani.
- Syukuri proses – “Mungkin jalan yang ditempuh nggak mudah. Tapi bisa jadi itu cara Tuhan memberi kenikmatan setelah pahitnya susah,” kata Aji.
Tips ini praktis banget buat mahasiswa yang lagi ngojol, jaga warung, atau kerja freelance.
Apa yang Bisa Kita Petik dari Kisah Aji?
Cerita kuliah sambil jadi driver ojol seperti milik Aji mengajarkan banyak hal. Pertama, nggak ada alasan buat nyerah meski kondisi sulit. Kedua, kerja keras dan disiplin selalu berbuah manis. Ketiga, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang layak diperjuangkan.
Di era sekarang, banyak mahasiswa menghadapi masalah serupa: biaya kuliah naik, lapangan kerja susah, orang tua kesulitan. Tapi kisah Aji membuktikan bahwa sambil kerja, tetap bisa lulus cumlaude dari UGM.
Buat kamu yang lagi baca ini, semoga terinspirasi. Kalau Aji bisa, kenapa kamu nggak?
Wisuda Aji jadi penutup manis dari perjuangan panjang. Dia bilang, momen wisuda adalah yang paling dinanti. Sekarang, gelar sarjana hukum sudah di tangan. Masa depan cerah menanti.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aji-Ramadan-driver-ojol-jadi-sarjana-hukum.jpg)


