Tommy Soeharto Jual Seluruh Saham Humpuss Intermoda Senilai Rp 288 Miliar

Tommy Soeharto Jual Seluruh Saham Humpuss Intermoda Senilai Rp 288 Miliar

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto baru saja melepas seluruh sahamnya di PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS). Transaksi ini terjadi pada 30 Januari 2026 dan mencapai nilai Rp 288,82 miliar. Putra mantan Presiden Soeharto itu menjual 738.692.651 lembar saham atau setara 10,40% hak suara dengan harga Rp 391 per saham.

Transaksi ini dilakukan melalui mekanisme penjualan tidak langsung atau crossing. Tujuannya disebut sebagai strategi investasi dengan harga perolehan sesuai kesepakatan. Pada saat yang sama, PT Humpuss juga melepas 3,4 miliar saham (47,89%) dengan harga lebih rendah Rp 152 per saham, senilai sekitar Rp 517 miliar. Hasilnya, kepemilikan langsung Tommy di HITS menjadi nol persen. Kepemilikan publik melonjak tajam.

Peristiwa ini menarik perhatian pelaku pasar karena HITS bergerak di sektor pelayaran dan distribusi energi. Saham HITS sedang disuspensi BEI akibat likuiditas rendah. Transaksi premium Tommy di Rp 391 (jauh di atas harga pasar sekitar Rp 116) menunjukkan negosiasi khusus. Investor kini bertanya-tanya tentang masa depan perusahaan pasca-divestasi besar ini.

Sejarah dan Bisnis PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk didirikan pada 1986 sebagai divisi LNG dari Humpuss Group. Perusahaan berkembang menjadi PT Humpuss Sea Transport pada 1992 dan berganti nama menjadi HITS pada 1997. HITS melakukan IPO pada 24 November 1997 dan listing di Bursa Efek Jakarta (sekarang BEI) pada 15 Desember 1997.

Bisnis utama HITS mencakup transportasi laut untuk liquefied natural gas (LNG), minyak mentah, bahan bakar, bahan kimia, kontainer, batu bara, dan kargo laut lainnya. Perusahaan juga menyediakan jasa manajemen kapal, kru, dredging, chartering, dan trading energi. Kantor pusat berada di Mangkuluhur City Tower, Jakarta. HITS menargetkan menjadi perusahaan kelas dunia di infrastruktur dan distribusi energi.

HITS fokus pada captive market transportasi kimia dan metanol di awal. Sejak 2019, perusahaan memperluas ke distribusi energi. Pendekatan ini membantu menjaga pertumbuhan berkelanjutan meski menghadapi tantangan ekonomi global seperti pada 2022. HITS menekankan inovasi dan kolaborasi stakeholder dengan moto “Move Together”.

Profil Tommy Soeharto dan Humpuss Group

Tommy Soeharto mendirikan dan mengendalikan Humpuss Group sejak era Orde Baru. Grup ini mencakup berbagai bisnis, termasuk energi, perdagangan, dan transportasi. HITS menjadi salah satu flagship di sektor pelayaran. Tommy memegang saham langsung 10,40% sebelum transaksi terbaru ini.

Kepemilikan melalui PT Humpuss memberi kontrol mayoritas sebelum divestasi. Langkah Tommy memperkuat atau melepas kendali mencerminkan strategi grup dalam menghadapi regulasi dan dinamika pasar. Sebelumnya, pada 2025, ada rencana tender offer sukarela dan potensi delisting untuk simplifikasi operasi private. Transaksi 2026 ini menandai perubahan signifikan dari arah tersebut.

Rincian Transaksi Penjualan Saham Tommy Soeharto

Tommy Soeharto menjual tepat 738.692.651 saham HITS pada 30 Januari 2026. Jumlah ini mewakili seluruh kepemilikan langsungnya atau 10,40% hak suara. Harga per saham Rp 391 menghasilkan dana Rp 288,82 miliar (beberapa sumber menyebut Rp 288,92 miliar karena pembulatan).

Transaksi melalui pasar negosiasi atau penjualan tidak langsung. Manajemen HITS menyatakan tujuan sebagai “strategi investasi dengan harga perolehan sesuai kesepakatan”. Laporan disampaikan ke OJK pada 2 Februari 2026 dan diumumkan via keterbukaan informasi BEI. Setelah transaksi, kepemilikan Tommy tercatat nol saham langsung.

Divestasi Bersamaan oleh PT Humpuss

PT Humpuss melepas 3.401.023.343 saham atau 47,89% hak suara pada tanggal sama. Harga Rp 152 per saham menghasilkan sekitar Rp 516,95–517,35 miliar. Total dana dari kedua penjualan mencapai Rp 806 miliar lebih. Kepemilikan PT Humpuss juga menjadi nol.

Perbedaan harga (Rp 391 vs Rp 152) mencerminkan struktur transaksi terpisah dan negosiasi berbeda. Ini meningkatkan porsi saham publik secara drastis dan mengubah komposisi kepemilikan HITS sepenuhnya.

Perubahan Struktur Kepemilikan dan Dampak di Pasar

Sebelum transaksi, Tommy dan PT Humpuss mengendalikan mayoritas. Setelahnya, saham publik melonjak tajam. Perubahan ini bisa meningkatkan likuiditas jangka panjang meski saat ini saham disuspensi BEI karena volume dan nilai transaksi harian rendah (di bawah Rp 5 juta dan 10 ribu saham rata-rata 3 bulan terakhir). Harga pasar terakhir sekitar Rp 116.

Suspensi membuat harga tidak berubah pada hari pengumuman. Transaksi crossing ini terjadi saat suspensi atau sebelum penuh efeknya. Peningkatan saham publik membuka peluang lebih besar bagi investor ritel dan institusi, tapi juga menimbulkan pertanyaan tentang governance dan stabilitas kendali operasional.

Alasan Penjualan dan Konteks Strategi Investasi

Manajemen menyebut transaksi sebagai strategi investasi murni. Dengan likuiditas rendah dan suspensi BEI, penjualan besar ini memungkinkan realisasi nilai premium bagi Tommy. Harga Rp 391 jauh di atas pasar menunjukkan pembeli strategis atau kesepakatan khusus.

Konteks lebih luas mencakup tren divestasi di grup konglomerasi Indonesia. Pengusaha sering merealokasi modal ke sektor lain yang lebih likuid atau sesuai regulasi baru. Potensi go-private sebelumnya di 2025 menunjukkan fleksibilitas strategi Humpuss Group.

Kondisi Keuangan HITS Terbaru

HITS membukukan kinerja positif di 2025. Pada semester I-2025, laba bersih naik menjadi US$ 5,17 juta. Pendapatan juga meningkat, didukung volume transportasi LNG dan energi. Laporan Q3 2025 menunjukkan biaya keuangan terkendali meski sektor pelayaran menghadapi volatilitas harga energi dan kompetisi global.

Perusahaan mencapai skor GCG “Very Good” 99,33 (level 4) pada 2021. Fokus pada efisiensi operasional dan inovasi membantu menjaga pertumbuhan meski tantangan seperti fluktuasi freight rate dan regulasi lingkungan. Total karyawan sekitar 1.113 orang.

Prospek Masa Depan Pasca-Divestasi

Dengan kepemilikan publik dominan, HITS bisa fokus lebih pada operasional dan ekspansi tanpa tekanan keluarga pengendali langsung. Peluang ada di transisi energi hijau, LNG sebagai bridge fuel, dan logistik kontainer regional. Tantangan termasuk meningkatkan likuiditas, memenuhi regulasi BEI, dan bersaing dengan pemain besar pelayaran Indonesia.

Jika tren positif berlanjut, perusahaan berpotensi unsuspensi dan menarik investor baru. Restrukturisasi pasca-transaksi bisa membuka value unlock melalui efisiensi atau partnership strategis.

Tommy Soeharto lepas saham Humpuss Intermoda menandai babak baru bagi HITS. Transaksi Rp 288 miliar ini merealisasikan nilai investasi sekaligus membuka struktur kepemilikan lebih terbuka. Pelaku pasar sebaiknya pantau laporan keuangan terbaru dan perkembangan suspensi BEI untuk keputusan investasi tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *